Human Security

Human Security Konsep Keamanan Berpusat pada Manusia

JAKARTA, turkeconom.com – Selama berabad-abad dunia memahami keamanan hanya sebatas perlindungan wilayah negara dari serangan militer asing. Moreover, pandangan sempit ini berubah total ketika UNDP menerbitkan Human Development Report pada tahun 1994 yang memperkenalkan konsep human security atau keamanan manusia. Furthermore, Mahbub ul Haq seorang ekonom dari Pakistan menjadi tokoh utama yang menarik perhatian dunia terhadap gagasan bahwa keamanan seharusnya berpusat pada manusia bukan pada negara. Additionally, laporan tersebut menyatakan bahwa keamanan yang sesungguhnya berarti melindungi manusia dari ancaman kronis seperti kelaparan, penyakit, dan penindasan serta dari gangguan mendadak yang merusak pola kehidupan sehari-hari.

Konsep human security lahir dari kesadaran bahwa berakhirnya Perang Dingin tidak serta-merta membuat warga negara di seluruh dunia merasa lebih aman. However, ancaman yang dihadapi manusia justru semakin beragam dan saling terhubung mulai dari kemiskinan, kerusakan lingkungan, penyakit menular, hingga penindasan politik. Additionally, gagasan ini dibangun di atas dua pilar utama yaitu Freedom from Fear atau kebebasan dari rasa takut dan Freedom from Want atau kebebasan dari kekurangan. Furthermore, pada tahun 2012 Majelis Umum PBB secara resmi mengadopsi resolusi 66/290 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup dalam kebebasan dan bermartabat, bebas dari kemiskinan dan keputusasaan.

Moreover, konsep ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan keamanan negara tetapi untuk melengkapinya. Selain itu, tanpa keamanan manusia, keamanan negara tidak akan tercapai dan sebaliknya. Oleh karena itu, memahami human security secara menyeluruh sangat penting terutama dalam konteks politik global yang semakin kompleks saat ini.

Tujuh Dimensi Penting dalam Konsep Human Security

Human Security

Laporan UNDP 1994 menyebutkan tujuh sisi ancaman yang perlu mendapat perhatian. Moreover, ketujuh sisi ini saling terhubung dan saling mempengaruhi seperti efek domino. Therefore, memahami setiap sisi akan memberikan gambaran lengkap tentang cakupan gagasan ini.

Tujuh sisi keamanan manusia:

  1. First, Economic Security atau keamanan ekonomi. Moreover, sisi ini mencakup jaminan pendapatan dasar dari pekerjaan yang layak. Additionally, pengangguran sering menjadi pemicu ketegangan politik dan kekerasan
  2. Second, Food Security atau keamanan pangan. Furthermore, sisi ini menjamin setiap orang punya akses terhadap makanan yang cukup
  3. Third, Health Security atau keamanan kesehatan. Moreover, sisi ini meliputi perlindungan dari penyakit dan akses terhadap layanan kesehatan
  4. Furthermore, Environmental Security atau keamanan lingkungan. Additionally, sisi ini mencakup perlindungan dari kerusakan alam serta pencemaran air, udara, dan tanah
  5. Moreover, Personal Security atau keamanan diri. Also, sisi ini menjamin perlindungan dari kekerasan fisik terhadap setiap orang
  6. Additionally, Community Security atau keamanan kelompok. Furthermore, sisi ini melindungi nilai budaya, tradisi, dan jati diri masyarakat
  7. Finally, Political Security atau keamanan politik. Moreover, sisi ini menjamin hak asasi manusia dan kebebasan dari penindasan

Moreover, daftar ini bukan daftar tetap karena setiap negara bisa menghadapi ancaman yang berbeda. Selain itu, laporan UNDP 2022 menyatakan bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi telah menciptakan ancaman baru.

Sisi Politik sebagai Pilar Utama Human Security

Di antara tujuh sisi keamanan manusia, sisi politik memegang peran yang sangat penting. Moreover, tanpa kebebasan politik maka hak-hak dasar lainnya sulit terpenuhi. Additionally, keamanan politik mencakup perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Furthermore, kebebasan berkumpul dan bebas dari penindasan negara juga termasuk di dalamnya. Therefore, memahami sisi politik sangat penting karena menjadi dasar bagi sisi-sisi lainnya.

Ancaman politik terhadap keamanan manusia:

  • First, penindasan oleh negara terhadap warganya sendiri menjadi ancaman terbesar. Moreover, laporan UNDP menyatakan bahwa ancaman paling berat muncul ketika negara menjadi sumber ketidakamanan
  • Second, pembatasan kebebasan pers melemahkan kemampuan warga untuk mengawasi kekuasaan. Additionally, ruang gerak masyarakat sipil yang sempit juga menjadi masalah besar
  • Third, pemilu yang cacat dan tidak jujur merusak kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Furthermore, kekerasan terhadap lawan politik semakin mengancam keamanan manusia
  • Additionally, pemerintah penguasa keras menggunakan alat pengawasan dan berita palsu untuk membungkam suara rakyat
  • Finally, kudeta militer dan campur tangan kekuasaan dalam pengadilan menghancurkan kekuatan hukum

Moreover, Freedom House dalam laporannya tahun 2025 mencatat hal yang mengkhawatirkan. Selain itu, kebebasan dunia menurun selama 19 tahun berturut-turut. Furthermore, 60 negara mengalami kemunduran dalam hak politik pada tahun 2024. Also, hanya 34 negara yang mencatat perbaikan di tahun yang sama.

Tantangan Politik Dunia terhadap Human Security Saat Ini

Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan politik yang mengancam keamanan manusia di banyak negara. Moreover, menguatnya penguasa keras dan lemahnya lembaga pemerintahan terbuka menciptakan keadaan yang tidak aman. Therefore, mengenal tantangan ini sangat penting untuk memahami keadaan keamanan manusia sekarang.

Tantangan politik utama saat ini:

  • First, EIU Democracy Index 2024 mencatat bahwa 39,2 persen warga dunia hidup di bawah pemerintahan keras. Moreover, jumlah negara penguasa keras naik dari 52 menjadi 60 dalam sepuluh tahun
  • Second, hanya 6,6 persen warga dunia di 25 negara yang hidup dalam pemerintahan terbuka penuh. Additionally, 38,4 persen tinggal di pemerintahan terbuka cacat
  • Third, perang saudara di Sudan, Gaza, dan Ukraina terus membuat warga sipil menjadi korban. Furthermore, pelanggaran hak asasi manusia terjadi setiap hari di wilayah konflik
  • Additionally, pemimpin yang dipilih rakyat justru menyerang lembaga pemerintahan terbuka. Moreover, hal ini terjadi di Korea Selatan saat presiden menyatakan keadaan darurat militer akhir 2024
  • Moreover, partai sayap kanan jauh menang besar di pemilu Parlemen Eropa 2024. Also, mereka memanfaatkan perasaan anti-pendatang dan semangat kebangsaan sempit
  • Finally, Rusia dan China mengekspor cara pemerintahan keras dan alat pengawasan ke negara berkembang

Moreover, laporan Human Rights Watch 2025 mencatat bahwa semangat rakyat tetap hidup. Selain itu, gerakan protes mahasiswa Bangladesh berhasil menggulingkan pemimpin yang keras. Furthermore, gerakan warga Georgia juga menentang kemunduran di negara mereka.

Hubungan Antara Pemerintahan Terbuka dan Human Security

Gagasan human security punya hubungan yang sangat erat dengan pemerintahan terbuka. Moreover, pemerintahan terbuka menjadi kerangka terbaik untuk melindungi hak setiap orang. Additionally, negara yang terbuka lebih mampu menjamin kebebasan sipil dan akses terhadap keadilan. Therefore, menjaga nilai keterbukaan menjadi sangat penting bagi keamanan manusia.

Hubungan penting antara keduanya:

  • First, pemerintahan terbuka menyediakan cara mengawasi kekuasaan lewat pemilu yang jujur dan pers yang bebas. Moreover, pengadilan yang mandiri juga mencegah penindasan oleh negara
  • Second, masyarakat sipil yang kuat menjadi garis pertama yang mendeteksi campur tangan asing. Additionally, mereka juga menjaga kepercayaan warga terhadap pemerintah
  • Third, kekuatan hukum tertinggi memastikan setiap warga mendapat perlindungan hukum yang setara
  • Furthermore, kebebasan berpendapat dan berkumpul memungkinkan warga menyuarakan kebutuhan mereka. Also, ini mencakup kebutuhan ekonomi, pangan, dan kesehatan
  • Finally, pencapaian penting gerakan keamanan manusia hanya mungkin lewat kerja sama dunia. Moreover, Ottawa Convention dan Pengadilan Kriminal Dunia adalah contoh nyata

Moreover, Brookings Institution pada 2025 menyatakan hal yang menarik. Selain itu, gerakan rakyat untuk keterbukaan justru semakin kuat di banyak negara. Furthermore, jajak pendapat dunia menunjukkan bahwa rakyat masih sangat menghargai pemerintahan terbuka.

Dua Pendekatan Utama dalam Penerapan Human Security

Dalam penerapannya gagasan keamanan manusia melahirkan dua aliran pemikiran utama. Moreover, keduanya punya penekanan yang berbeda dalam melihat ancaman. However, keduanya saling melengkapi bukan saling bertentangan. Therefore, memahami kedua pendekatan ini sangat penting.

Dua pendekatan utama:

  • First, Freedom from Fear atau bebas dari rasa takut. Moreover, pendekatan ini berfokus pada perlindungan dari kekerasan fisik. Additionally, ini mencakup konflik bersenjata, teror, dan kejahatan. Furthermore, Kanada banyak mengadopsi pendekatan ini. Also, larangan ranjau darat menjadi salah satu pencapaian besarnya
  • Second, Freedom from Want atau bebas dari kekurangan. Moreover, pendekatan ini mengambil cara pandang yang lebih luas. Additionally, cakupan ancaman diperluas hingga mencakup kelaparan, penyakit, dan bencana alam. Furthermore, Jepang banyak mendukung pendekatan ini dalam hubungan luar negerinya

Moreover, laporan PBB In Larger Freedom tahun 2005 oleh Kofi Annan menambahkan pilar ketiga. Selain itu, pilar itu bernama Freedom to Live in Dignity atau kebebasan hidup bermartabat. Furthermore, keputusan PBB 66/290 tahun 2012 menegaskan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan sekaligus.

Peran Lembaga Dunia dalam Memperkuat Human Security

Berbagai lembaga dunia memainkan peran penting dalam menerapkan gagasan keamanan manusia. Moreover, PBB menjadi penggerak utama lewat berbagai cara dan lembaga khusus. Therefore, mengenal peran masing-masing lembaga akan memperjelas penerapan gagasan ini dalam dunia nyata.

Peran lembaga-lembaga penting:

  • First, UNDP membantu menerapkan kerangka keamanan manusia lewat laporan pembangunan di berbagai negara. Moreover, laporan Latvia menjadi contoh pendekatan yang sangat baru dan segar
  • Second, Commission on Human Security dibentuk tahun 2001. Additionally, lembaga ini menghasilkan laporan Human Security Now pada tahun 2003
  • Third, UN Trust Fund for Human Security dikelola oleh OCHA sejak 2004. Furthermore, dana ini membiayai berbagai program perlindungan di negara-negara lemah
  • Additionally, Panel Tingkat Tinggi PBB pada 2004 mengakui bahwa ancaman terhadap negara dan warga saling terhubung. Moreover, kerja sama yang lebih besar sangat dibutuhkan
  • Furthermore, laporan Kofi Annan tahun 2005 menegaskan satu hal penting. Also, keamanan tidak bisa tercapai tanpa pembangunan dan sebaliknya
  • Finally, World Bank semakin banyak menggunakan pendekatan keamanan manusia dalam programnya

Moreover, pencapaian nyata dari pendekatan ini termasuk Ottawa Convention dan Pengadilan Kriminal Dunia. Selain itu, pendekatan perlindungan dan pemberdayaan PBB semakin banyak diadopsi banyak negara.

Tantangan Masa Depan bagi Human Security di Zaman Serba Canggih

Di zaman serba canggih saat ini gagasan keamanan manusia menghadapi tantangan baru. Moreover, tantangan ini tidak terbayangkan saat gagasan ini pertama kali muncul pada tahun 1994. Additionally, alat canggih yang seharusnya memberdayakan manusia justru sering mengancam keamanan mereka. Therefore, memahami tantangan baru ini sangat penting agar pendekatan ini tetap berguna di masa depan.

Tantangan baru di zaman serba canggih:

  • First, pemerintah penguasa keras menggunakan alat pengawasan untuk memata-matai warganya. Moreover, jual beli alat pengawasan antar negara memperluas jangkauan penindasan
  • Second, penyebaran berita palsu yang didukung kecerdasan buatan mengancam keutuhan pemilu. Additionally, kepercayaan warga terhadap lembaga pemerintahan terbuka semakin terkikis
  • Third, kesenjangan dunia maya menciptakan ketimpangan baru dalam akses terhadap berita dan pendidikan. Furthermore, kelompok lemah yang tidak punya akses canggih semakin tertinggal
  • Additionally, perubahan iklim menjadi ancaman yang memperburuk semua sisi keamanan manusia. Moreover, dampaknya terasa dari masalah pangan hingga konflik bersenjata
  • Finally, menguatnya semangat kebangsaan sempit di banyak negara mengancam kerja sama dunia. Also, kerja sama ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman lintas batas

Moreover, EIU Democracy Index mencatat satu temuan menarik. Selain itu, keikutsertaan warga dalam politik justru meningkat sejak 2008. Furthermore, gerakan sipil, aksi iklim, dan unjuk rasa anti korupsi menjadi pendorongnya. Also, semangat keterbukaan tetap hidup di kalangan anak muda di seluruh dunia.

Kesimpulan

Human security adalah pendekatan yang mengubah cara dunia memandang keamanan. Moreover, fokusnya bergeser dari menjaga wilayah negara menjadi melindungi setiap manusia. Additionally, tujuh sisi keamanan ini mencakup ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, diri, kelompok, dan politik. Furthermore, sisi politik menjadi semakin mendesak di zaman sekarang. Also, kebebasan dunia sudah menurun 19 tahun berturut-turut menurut Freedom House. Moreover, 39,2 persen warga dunia hidup di bawah pemerintahan keras menurut EIU 2024. Additionally, hubungan erat antara keterbukaan dan keamanan manusia menunjukkan satu hal penting. Furthermore, menjaga nilai keterbukaan bukan sekadar pilihan politik tetapi kebutuhan mendasar bagi martabat manusia. Oleh karena itu, menerapkan gagasan human security menjadi tanggung jawab bersama semua pihak.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik:  Politik

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Bentuk Pemerintahan: Panduan Lengkap Sistem Politik

Author