Friendshoring

Friendshoring Strategi Rantai Pasok Global 2025

JAKARTA, turkeconom.com – Friendshoring menjadi salah satu istilah ekonomi yang semakin populer di tengah ketidakpastian geopolitik dunia saat ini. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen pada tahun 2022 sebagai respons terhadap berbagai gangguan rantai pasok global yang terjadi pasca pandemi COVID 19. Friendshoring mengacu pada praktik memindahkan atau merelokasi rantai pasok produksi ke negara negara yang dianggap sebagai sekutu politik dan ekonomi dengan tujuan mengurangi risiko yang timbul dari ketegangan geopolitik. Strategi ini telah mengubah lanskap perdagangan internasional dan mempengaruhi arus investasi di berbagai kawasan termasuk Asia Tenggara.

Definisi dan Konsep Dasar Friendshoring

Friendshoring

Friendshoring merupakan strategi perdagangan di mana jaringan rantai pasok difokuskan pada negara negara yang dianggap sebagai sekutu politik dan ekonomi. Istilah ini muncul sebagai respons terhadap berbagai guncangan ekonomi global yang mengekspos kerentanan sistem produksi yang terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu. Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menjelaskan bahwa prinsip perdagangan global kini bukan lagi sekadar free trade maupun free investment agreement, melainkan telah bergeser menjadi friendshoring yang mengacu pada pertimbangan geopolitik.

Konsep friendshoring berbeda dari strategi serupa lainnya meskipun sering digunakan bersamaan dalam konteks diversifikasi rantai pasok. Perbedaan mendasar terletak pada fokus utama masing masing pendekatan:

  • Friendshoring memindahkan produksi ke negara sekutu politik tanpa mempertimbangkan jarak geografis
  • Nearshoring merelokasi operasi ke negara yang lebih dekat secara geografis dengan pasar utama
  • Reshoring mengembalikan produksi ke negara asal perusahaan

Janet Yellen menegaskan bahwa friendshoring berarti memiliki sekelompok negara yang memiliki kepatuhan kuat terhadap serangkaian norma dan nilai bersama. Hubungan dengan mitra tersebut perlu diperdalam untuk memastikan kebutuhan sumber daya penting dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Latar Belakang Munculnya Friendshoring

Friendshoring tidak muncul dalam ruang hampa melainkan merupakan respons terhadap berbagai krisis yang mengguncang ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi COVID 19 menjadi titik balik yang mengekspos kerentanan rantai pasok global yang terlalu terkonsentrasi di kawasan tertentu. Konflik Rusia Ukraina semakin memperparah situasi dengan mengganggu pasokan energi dan komoditas penting ke berbagai negara.

Beberapa faktor utama yang mendorong adopsi friendshoring meliputi:

  • Gangguan rantai pasok akibat pandemi COVID 19 yang melumpuhkan produksi di berbagai negara
  • Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang meningkatkan tarif dan hambatan perdagangan
  • Konflik geopolitik seperti invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pasokan energi dan pangan
  • Krisis jalur pelayaran seperti gangguan di Terusan Suez dan Laut Merah
  • Bencana alam dan perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan rantai pasok
  • Serangan siber yang menargetkan infrastruktur logistik dan produksi

Data dari UNCTAD menunjukkan bahwa perdagangan global mencapai 33 triliun dollar AS pada tahun 2024, namun ketidakpastian terus membayangi rantai pasok di berbagai sektor industri.

Mekanisme Penerapan Friendshoring

Penerapan friendshoring melibatkan proses kompleks yang memerlukan koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Negara negara yang menerapkan strategi ini biasanya memulai dengan mengidentifikasi sektor industri strategis yang memerlukan perlindungan dari risiko geopolitik.

Langkah langkah implementasi friendshoring secara sistematis meliputi:

  1. Identifikasi sektor industri strategis yang rentan terhadap gangguan rantai pasok
  2. Pemetaan negara negara sekutu yang memiliki kapasitas produksi memadai
  3. Negosiasi perjanjian perdagangan bilateral atau multilateral dengan negara mitra
  4. Pemberian insentif investasi untuk mendorong relokasi produksi
  5. Pengembangan infrastruktur pendukung di negara tujuan friendshoring
  6. Harmonisasi standar industri dan regulasi antar negara mitra
  7. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas strategi

Amerika Serikat sebagai pionir friendshoring telah meluncurkan berbagai inisiatif seperti Indo Pacific Economic Framework (IPEF) yang melibatkan 14 negara mitra termasuk Indonesia, Vietnam, dan beberapa negara ASEAN lainnya.

Sektor Industri yang Terdampak

Friendshoring tidak diterapkan secara merata di semua sektor industri melainkan difokuskan pada bidang bidang yang dianggap strategis bagi keamanan nasional dan ekonomi. Sektor semikonduktor menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian mengingat perannya yang krusial dalam industri teknologi modern.

Sektor industri utama yang menjadi fokus friendshoring antara lain:

  • Semikonduktor dan komponen elektronik yang menjadi tulang punggung industri teknologi
  • Energi terbarukan termasuk panel surya dan baterai kendaraan listrik
  • Farmasi dan peralatan medis yang terbukti krusial selama pandemi
  • Mineral kritis seperti lithium, kobalt, dan nikel untuk transisi energi
  • Otomotif dan kendaraan listrik yang membutuhkan rantai pasok kompleks
  • Pertahanan dan aerospace yang berkaitan dengan keamanan nasional

Inisiatif CHIP4 yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan merupakan contoh nyata friendshoring di sektor semikonduktor dengan tujuan membangun ketahanan rantai pasok chip di luar dominasi Tiongkok.

Dampak terhadap Ekonomi Global

Friendshoring membawa dampak signifikan terhadap tatanan ekonomi global yang selama beberapa dekade didominasi oleh prinsip perdagangan bebas dan efisiensi biaya. Pergeseran ini menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi berbagai negara tergantung posisi mereka dalam konstelasi geopolitik dunia.

Dampak positif friendshoring bagi ekonomi global mencakup:

  • Peningkatan ketahanan rantai pasok terhadap gangguan geopolitik dan bencana
  • Diversifikasi basis produksi yang mengurangi risiko konsentrasi berlebihan
  • Peluang investasi baru bagi negara negara berkembang yang menjadi mitra strategis
  • Peningkatan standar keberlanjutan dan ESG dalam rantai pasok
  • Penguatan hubungan ekonomi antar negara sekutu
  • Penciptaan lapangan kerja di negara tujuan friendshoring

Dampak negatif yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Potensi fragmentasi ekonomi global menjadi blok blok perdagangan terpisah
  • Peningkatan biaya produksi yang dapat memicu inflasi
  • Ketegangan geopolitik yang semakin memanas antar blok ekonomi
  • Marginalisasi negara negara yang tidak masuk dalam kategori sekutu
  • Kompleksitas regulasi dan standar yang berbeda antar kawasan

Peluang Indonesia dalam Era Friendshoring

Indonesia memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan tren friendshoring yang tengah berlangsung. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menjadi kandidat kuat sebagai mitra dalam strategi diversifikasi rantai pasok negara negara maju.

Keunggulan kompetitif Indonesia dalam konteks friendshoring meliputi:

  • Cadangan nikel terbesar dunia yang krusial untuk baterai kendaraan listrik
  • Populasi produktif lebih dari 270 juta jiwa sebagai pasar dan tenaga kerja
  • Lokasi strategis di jalur perdagangan internasional Asia Pasifik
  • Stabilitas politik dan ekonomi yang relatif terjaga
  • Keanggotaan dalam berbagai forum multilateral termasuk G20 dan ASEAN
  • Komitmen hilirisasi sumber daya alam yang sejalan dengan kebutuhan rantai pasok global

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi untuk menjadi pasar baru dan mitra kolaborasi dengan Amerika Serikat serta negara negara maju lainnya dalam kerangka friendshoring.

Persaingan dengan Vietnam dan Negara ASEAN

Indonesia menghadapi persaingan ketat dengan negara negara ASEAN lainnya terutama Vietnam dalam memperebutkan investasi yang mengalir melalui friendshoring. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Vietnam pada tahun 2024 mencapai 7,09 persen, menjadikannya negara dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan.

Perbandingan daya tarik investasi Indonesia dan Vietnam dapat dilihat dari beberapa aspek:

  1. Pertumbuhan FDI Vietnam meningkat 9,4 persen menjadi 25,35 miliar dollar AS pada 2024
  2. Vietnam telah menjadi rumah bagi raksasa teknologi seperti Nvidia dan Apple
  3. Kemudahan berbisnis di Vietnam lebih baik dalam aspek kredit dan izin konstruksi
  4. Indonesia unggul dalam ukuran pasar domestik dan kekayaan sumber daya alam
  5. Perjanjian perdagangan bebas Vietnam dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat lebih komprehensif
  6. Indonesia memiliki posisi geopolitik yang lebih netral dan fleksibel

Persaingan ini mendorong Indonesia untuk terus memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing di berbagai sektor industri strategis.

Inisiatif Multilateral Friendshoring

Friendshoring tidak hanya diterapkan secara bilateral tetapi juga melalui berbagai kerangka kerja sama multilateral yang melibatkan banyak negara sekaligus. Amerika Serikat menjadi motor utama dalam membentuk berbagai inisiatif ini dengan tujuan membangun jaringan rantai pasok yang tangguh di antara negara negara sekutu.

Inisiatif multilateral friendshoring yang melibatkan kawasan Asia Pasifik antara lain:

  • Indo Pacific Economic Framework (IPEF) dengan 14 negara anggota termasuk Indonesia
  • Minerals Security Partnership (MSP) untuk mengamankan pasokan mineral kritis
  • CHIP4 Alliance yang fokus pada rantai pasok semikonduktor
  • Quad Supply Chain Resilience Initiative antara AS, Jepang, Australia, dan India
  • US ASEAN Comprehensive Strategic Partnership yang meningkatkan kerja sama ekonomi

Melalui partisipasi dalam berbagai inisiatif ini, Indonesia dapat memposisikan diri sebagai mitra strategis yang diperhitungkan dalam arsitektur ekonomi global yang tengah mengalami rekonfigurasi.

Tantangan Implementasi Friendshoring

Meskipun menawarkan berbagai peluang, implementasi friendshoring juga menghadapi sejumlah tantangan signifikan yang perlu diatasi oleh negara negara yang terlibat. Kompleksitas dalam mengubah rantai pasok yang telah terbangun selama puluhan tahun tidak dapat dianggap remeh.

Tantangan utama dalam implementasi friendshoring meliputi:

  • Biaya relokasi produksi yang tinggi dan memerlukan investasi besar
  • Keterbatasan infrastruktur di negara tujuan baru
  • Perbedaan standar regulasi dan sertifikasi antar negara
  • Ketersediaan tenaga kerja terampil yang masih terbatas
  • Ketergantungan yang tetap tinggi pada Tiongkok untuk komponen tertentu
  • Potensi konflik kepentingan antar negara dalam satu blok sekutu
  • Ketidakpastian kebijakan yang dapat berubah seiring pergantian pemerintahan

Data UNCTAD menunjukkan bahwa tren nearshoring dan friendshoring justru mengalami pembalikan pada tahun 2024, di mana perusahaan mulai mendiversifikasi jaringan perdagangan ke berbagai kawasan tanpa terlalu membatasi pada sekutu geopolitik atau kawasan terdekat.

Strategi Adaptasi untuk Pelaku Bisnis

Pelaku bisnis perlu mengembangkan strategi adaptasi yang tepat untuk menghadapi perubahan lanskap rantai pasok global akibat friendshoring. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki keunggulan kompetitif di tengah ketidakpastian.

Strategi adaptasi yang dapat diterapkan oleh pelaku bisnis meliputi:

  1. Melakukan pemetaan risiko rantai pasok secara komprehensif
  2. Mengidentifikasi pemasok alternatif di berbagai negara mitra potensial
  3. Membangun hubungan dengan mitra bisnis di negara negara sekutu strategis
  4. Mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas rantai pasok
  5. Mengembangkan sistem manajemen risiko yang responsif
  6. Menyelaraskan standar produksi dengan persyaratan pasar tujuan
  7. Mempertimbangkan faktor ESG dalam pemilihan pemasok dan mitra
  8. Menyiapkan skenario kontingensi untuk berbagai kemungkinan gangguan

Integrasi teknologi digital dalam rantai pasok memungkinkan analitik prediktif yang dapat memperkirakan potensi gangguan dan mengambil langkah antisipatif sebelum masalah terjadi.

Peran Teknologi dalam Friendshoring

Digitalisasi rantai pasok menjadi komponen krusial dalam mendukung keberhasilan strategi friendshoring. Teknologi memungkinkan koordinasi yang lebih baik antar berbagai pemangku kepentingan meskipun terpisah jarak geografis yang jauh.

Teknologi pendukung friendshoring yang semakin banyak diadopsi mencakup:

  • Artificial Intelligence untuk analitik prediktif dan optimalisasi rantai pasok
  • Internet of Things untuk pemantauan real time pergerakan barang
  • Blockchain untuk transparansi dan ketertelusuran produk
  • Cloud computing untuk kolaborasi data antar mitra bisnis
  • Robotic process automation untuk efisiensi operasional
  • Digital twin untuk simulasi skenario rantai pasok

Kawasan Ekonomi Khusus Johor Singapura (JS SEZ) menjadi contoh bagaimana integrasi teknologi digital dapat mendukung strategi friendshoring dengan menciptakan ekosistem yang memfasilitasi kolaborasi antar perusahaan dari negara negara mitra.

Prospek Friendshoring di Masa Depan

Friendshoring diperkirakan akan terus berkembang dan mengalami evolusi seiring dengan dinamika geopolitik global yang terus berubah. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih berlanjut akan menjadi faktor pendorong utama kelanjutan tren ini.

Proyeksi perkembangan friendshoring dalam beberapa tahun ke depan meliputi:

  • Perluasan cakupan sektor industri yang masuk dalam prioritas friendshoring
  • Penguatan kerangka kerja sama multilateral di berbagai kawasan
  • Peningkatan investasi infrastruktur di negara negara mitra strategis
  • Harmonisasi standar industri antar negara dalam satu blok ekonomi
  • Integrasi yang lebih dalam antara friendshoring dengan agenda keberlanjutan
  • Kemunculan hub produksi baru di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan

Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan tren ini dengan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis yang dapat diandalkan dalam arsitektur rantai pasok global yang baru. Penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perbaikan iklim investasi menjadi kunci untuk meraih manfaat maksimal dari era friendshoring.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang:  Ekonomi

Baca juga artikel lainnya: Bagi Hasil Panduan Sistem Pembagian Keuntungan Ekonomi

Author